Senin, 05 November 2012

CATATAN RUMUSAN MOTOR

Rumus menhitung cc motor adalah;
          

       3,14 X D2  X S  
                     4
  keterangan : D = diameter piston (mm)
                         S = stroke/langkah piston (mm)


contoh :
             Motor MIO dengan diameter piston 50 mm & 58,9 mm
             diket : D = 50 mm
                         S = 58,9 mm
            di tanya : cc = ......  ?
            di jawab :
                           cc =          3,14 X D2  X S
                                                       4
                     
                               =         3,14 X50 2  X 58,9                                           
                                                        4

                               =          3,14 X 25 X 58,9
                                                       4
                          
                               =         115m3
               
Volume Ruang Bakar
Volume ruang bakar adalah volume dari ruangan yang terbentuk antara kepala silinder dan kepala piston yang mencapai TMA. Dilambangkan dengan Vc (Volume compressi).

Volume Silinder
Volume silinder adalah jumlah total dari pertambahan antara volume langkah dengan volume ruang bakar.
Dan rumusnya :
Vs = Vl + Vc
Keterangan:
* Vs= Volume silinder (cc)
* Vl = Volume langkah (cc)
* Vc= Volume ruang bakar (cc)

Perbandingan Kompresi
Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume silinder dengan volume kompresinya. Perbandingan kompresi berkaitan dengan volume langkah.
Bila dinyatakan dalam suatu rumus maka:
E=Vs+Vc/Vc
Keterangan:
* E = perbandingan kompresi
* Vs = volume silinder
* Vc = Volume ruang bakar
Besarnya perbandingan kompresi untuk sepeda motor jenis touring berkisar antara 8 : 1 dan 9 : 1. ini artinya selama langkah kompresi muatan yang ada di atas piston di mampatkan 8 kali lipat dari volume terakhirnya. Makin tinggi perbandingan kompresi, maka makin tinggi tekanan dan temperatur pada akhir kompresi
.
,.


 CARA MENGHTUNG RASIO KOMPRESI
Menghitung rasio kompresi atau perbandingan kompresi 4-tak pernah ditulis MOTOR Plus sejak dulu kala. Rumus bakunya yaitu volume silinder ditambah volume ruang bakar dan dibagi volume ruang bakar. Formulanya:
(Volume silinder + Volume ruang bakar)
Rasio kompresi = ——————————————————
Volume ruang bakar
Namun setelah bentuk kepala seher tidak rata lagi, timbul perdebatan. Isi silinder bukan lagi volume langkah. “Tapi, dikurangi jenongnya seher,” jelas Tomy Huang, bos Bintang Racing Team (BRT) Cibinong.
Alasan Tomy Huang memang perlu dihargai. Dia berpikir sekecil apapun seher jenong mampu mengurangi isi silinder. “Jadi, dalam menghitung rasio kompresi rumusnya juga beda,” jelas Tomy Huang yang aslinya penemu CDI Cibinong itu.
Seperti pernah dicoba mengukur rasio kompresi Yamaha Scorpio standar setelah pakai seher jenong. Posisi seher di TMA, menggunakan buret atau tabung ukur, kemudian dari lubang busi diisi cairan. Didapat volume ruang bakar 21 cc.
Dilanjut oleh Tomy Huang mengukur isi silinder setelah pakai seher jenong. Di ruang bakar masih terdapat cairan dan langsung seher diturunkan menuju TMB (Titik Mati Bawah). Diisi lagi dengan cairan dan masih menggunakan buret diisi hingga penuh didapat volume total 252 cc.
Maka rasio kompresinya tinggal dilakukan pembagian. Volume total (silinder seher jenong plusruang bakar) dibagi volume ruang bakar. Yaitu 252/21 = 12 : 1. Formula Tomy Huang yaitu:
Volume total
Rasio kompresi = —————————-
Volume ruang bakar
Perlu diingat, formula Tomy Huang memperhitungkan jenongnya kepala seher. Dihitung sangat presisi.
Berbeda dengan pendapat Beny Djatiutomo, mekanik Yamaha Petronas FDR Start Motor. Menurutnya rasio kompresi rumusnya tetap saja meski sehernya jenong. “Tidak dipengaruhi bentuk seher,” dukung Gandhoel alias Sri Hartanto mekanik GRM Jogja.
Kalau kasusnya seperti Scorpio standar 223 cc dengan seher jenong tadi, maka hitungan yaitu:
(Volume Scorpio standar+Volume ruang bakar)
Rasio kompresi=——————————————————————-
Volume ruang bakar
223 + 21
= ———— = 11,6 : 1
21
Dari dua formula itu memang menghasilkan angka yang berbeda. Tapi, jangan dijadikan sebagai debat kusir siapa yang benar. Justru dijadikan patokan ketika bertanya besar rasio kompresi. Supaya jangan salah harus dikasih keterangan. Memperhitungkan seher jenong atau tetap pakai volume langkah saja.,
 VC = volume silinder
VB = volume ruang bakar

contoh jupiter memiliki volume silinder 115cc.
dan memiliki volume ruang bakar 13.85cc yang didapat dengan menggunakan alat untuk mengisi ruang bakar jupiter dengan cairan yaitu BURET juga bisa menggunakan bekas suntikan dokter yang memiliki ukuran cc. lihat gambar:



gambar yang diberi warna biru adalah ruang bakar yang harus diisi dengan cairan menggunakan BURET atau ALAT SUNTIK yang dimasukan lewat lubang busi. setelah diukur menggunakan BURET didapat hasil 13,85cc. bila dihitung:

115 + 13.85
13.85
= 9.333333

Berarti kapasitas kompresi dari mesin jupiter standar adalah 1 : 9.3.

RUMUS KOREK NOKEN AS
 MENENTUKAN TINGGI ANGKATAN KLEP
H =C X - - celah klep=…………..
A = Panjang lengan roker arm yang menyentuh kem/noken as.
B = Panjang lengan roker arm yang menyentuh klep
C = Tinggi bubungan kem/noken as
D = Celah klep H = Tinggi angkatan klep
Contoh :
A =21 mm
B = 30mm
D = 0,05
Tinggi kam
Bubungan = 27,25 mm
Diameter pinggang = 23 mm
Maka
C = 27,25 – 23 =4,25 mm 30
H =4,25 X - 0,05 = 6,02 mm
21
Jadi total tinggi angkatan klep adalah = 6,02 mm


UKUR DURASI KAM / NOKEN AS


Posisi mesin TMA, jarum di busur TMA atau nol.
Putar busur kearah kiri atau berlawanan jarum jam sampai ke titik nol lagi (360 derajat). Lalu lihat posisi jarum ada di angka berapa.
Selanjutnya di titik berapa klep menutup,
Putar busur kekanan hingga posisi TMA, putar kembali busur kekanan hingga posisi TMA (360 derajat). Lihat jarum busur ada dititik berapa.
RUMUS
Klep Buka + 180 + Klep Menutup = ………….


MENENTUKAN PANJANG KNALPOT


Rumus
850 x ED
P = ----------- - 3
RPM
ED = 180 Derajat bukaan klep buang
Contoh :
850 x (180 + 60)
P = --------------------- - 3
8000
Jadi hasil P adalah = 22,5 inci
Kalau di konversi pada satuan cm di kalikan 2,54.
22,5 x 2,54 = 57,15 cm
RPM
7500 10000 12500
8000 10500 13000
8500 11000 13500
9000 11500 14000
9500 12000 14500


MENENTUKAN PANJANG PENDEK INTEK


335000 : RPM =………..
Contoh :
335000 : 9000 rpm = 37.2 cm
RASIO JUPITER
(perbandingan berat)
1. 13 /36
2. 16 / 28
3. 19 / 26
4. 20 / 23
(perbandingan ringan)
1. 13 / 36
2. 16 / 28
3. 19 / 26
4. 21 / 24


RUMUS TINGGI LIFT


30% X Diamatar paying in =……………
.......batasan durasi.......
klep isap membuka 25_38 derajat sebelum TMA,
dan menutup 50_70 derajat sebelum TMB.
untuk klep buang, tinggal di balik, membuka 50_70 derjat sebelum TMB, dan menutup
25_38 drajat setelah TMA
(durasi kecil buat trek pendek)
(durasi gede buat trek penjang)


MENENTUKAN OPERLAP DAN LSA


((Durasi in/2) – angka bukaan in) + (Durasi ex/2) – (Angka tutup ex/2) = LSA
Contoh :
270/2 -25 + 270/2 – 30/2
= 110 + 105 + 215/2
= 107,5
Jadi LSA = 107,5
LSA Ideal = 100 – 110 derajat.


MENENTUKAN VENTURI KARBURATOR


Diameter klep minyak X 0.85
Contoh :
27 X 0.85
= 22,95


MENENTUKAN TINGGI ANGKATAN LIFT


30% X Diameter Klep
Contoh :
30% X 31
= 10.2 mm


MENGUKUR RASIO KOMPRESI


Cc motor + volume ruang bakar
R = ------------------------------------------
Volume ruang bakar
Contoh :
129.40 + 12cc
------------ -----= 11.7
12 cc
Jadi, rasio kompresi adalah 11,7 : 1
Maksimal rasio kompresi :
Pertamax plus =: 12 : 1
Bensol = 14 : 1


Teori Penting yang harus dipahami :

Makin rendah LSA, makin besar overlap. Pada putaran atas, komposisi ini sangat bagus.
Efek tinggi overlap membuat pembilasan makin sempurna pada putaran atas, karena proses pembilasan terjadi pada saat overlap. Dimana semua klep sama2 membuka di TMA (Titik Mati Atas).
LSA juga menentukan Power Band. “Meski durasi sama, LSA diubah maka karakter mesin jg ikut berubah. Makanya, untuk menyesuaikan trek, banyak yang ubah LSA meski durasi tetap” kata om Chia (suhu korek Suzuki top-1).
Menurut pakde (Ibnu Sambodo) secara teori trek panjang butuh LSA rendah.
For LSA
For LSA
Hitung Overlap dan LSA :
Besar kecilnya overlap mudah dibaca dengan diagram kem. Daerah diagram yang mempertemukan klep in saat membuka dan out baru membuka, itulah overlap.
Coba bro2 liat diagramnya aja deh….
diagram
diagram
Misal, kem in membuka di 25° sebelum TMA (Titik Mati Atas). Sedang kem out masih membuka sampai 30° sesudah TMA. Maka angka overlap adalah 25°+30°=55° .
Sementara, untuk menghitung LSA, Om Chia memberi rumus mudah.
Rumusnya :
((Durasi in / 2) – angka bukaan in) + (durasi exhaust / 2) – (angka tutup exhaust) / 2) = LSA.
Cth; durasi in 270° , bukaan in 25°, durasi exhaust 270° , tutup exhaust 30° . Maka LSA = ((270°/2) – 25°) + (270°/2)-30°) /2) = 110° + 105° = 215°/2 = 107,5° .
Jadi LSA= 107,5° .
nb:
ini hanya sekedar sebuah informasi yang mungkin bs bermanfaat buat acuan mengoprek seputar Kem. Untuk keberhasilannya sangat dibutuhkan ketekunan dalam bereksperimen serta penghitungannya demi mendapatkan LSA yang terbaik buat Epyu sesuai trek tentunya


DEMIKIAN SEPUTAR RUMUSAN MOTOR KALAW ADA SALAH TULISAN MOHON MAAF DAN SEMOGA BERMANFAAT UNTUK SEMUA,.

2 komentar:

  1. volume berdasarkan stroke dan langkah itu untuk scorpio saja 223. saat piston naik maksimal berarti ruang silinder seharusnya nol. kompresi kan perbandingan maks dan minimum. maks = silinder tambah ruang bakar. minimum = ruang bakar saja. jika dinyatakan scorpio 9.5 : 1. itu artinya 9.5 kali ruang bakar sama dengan ruang bakar tambah silinder berarti silinder : ruang bakarnya sebenarnya 8.5 : 1. berarti untuk mengetahui ruang bakarnya adalah cc motor dibagi 8.5.
    223 / 8.5 = 26.235294117647058823529411764706 cc

    BalasHapus
  2. stroke dan bore deh, salah ketik

    BalasHapus